06 April 2012

Polisi Temukan Innova Plat Kembar

Rental Mobil Pekanbaru, Kapolres Kutai Timur (Kutim ) AKBP Budi Santosa memperkirakan di Kaltim kemungkinan banyak mobil menggunakan nomor polisi yang asli tapi palsu. Modus penggunaan nomor palsu ini, menurutnya dengan berpura-pura Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hilang, kemudian mengurus baru akibatnya yang keluar digunakan untuk mobil yang tidak jelas, sementara STNK aslinya digunakan untuk mobil aslinya.

"Sudah dua mobil rental yang kami temukan yakni Kijang Innova yang nomornya sama, warnanya sama. Mobil ini kami amankan dari rentalan. Saya menduga, bukan hanya yang menggunakan plat KT yang bisa kembar, tapi yang lebih berpeluang adalah mobil plat luar, yang kemungkinan mobil dan STNK aslinya ada di daerah asalnya. Sementara STNK palsu dan mobil palsunya berkeliaran di Kaltim. Kami perkirakan bahwa mobil kembar ini hasil kejahatan di luar daerah lalu dibawa ke Kaltim dengan menggunakan surat palsu," kata Budi, dengan kecurigaannya.

Dan kecurigaan ini bukan tanpa alasan, sebab di Polres Kutim kini sedang terparkir dua unit mobil Innova yang memiliki nomor polisi yang sama. Mobil ini diamankan Satreskrim Polres Kutim, Senin (2/4) kemarin. Budi Susanto mengatakan, penemuan dua unit mobil tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. "Kasus pelat nomor kembar ini sangat menarik, dan akan kami kembangkan terus," katanya saat ditemui diruang kerjanya kemarin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Sugeng Subagyo menceritakan, kronologis penemuan dua unit mobil milik sebuah rental di Sangatta itu saat beberapa anggota polisi melintas di seputaran jalan Yos Sudarso II tak jauh dari simpang jalan Pendidikan. Dua unit Inova KT 1572 AZ itu dijejer berdampingan dengan pelat nomor yang sama. Saat di tanyakan surat-suratnya, seseorang yang mengaku hanya sebagai anak buah rental tersebut memperlihatkan surat-surat kendaraan tersebut."Kita amankan di sebuah rental mobil, saat mobil itu diparkir berdampingan," kata Sugeng.

Selanjut, menurut Sugeng, setelah surat-surat kendaraan diperiksa, polisi menemukan surat duplikat yang dikeluarkan oleh Samsat. Namun saat pihaknya mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan surat duplikat rupanya tidak sama." Suratnya ada, tapi setelah kami cocokan dengan nomor rangka dan mesin, ternyata tidak sama," kata Sugeng.
Keterangan yang diperoleh kata Sugeng, surat duplikat yang dikeluarkan pada bulan Februari 2012 lalu, diterbitkan setelah pemilik rental melaporkan bawhwa surat kendaraan miliknya hilang tercecer. Oleh sebab itu Sugeng mengatakan akan melakukan penyelidikan, termasuk mencari informasi mengenai dimana pemilik tersebut melaporkan kehilangan tersebut."Kami selidiki dulu, dimana si pemilik ini melaporkan kehilangan itu, apakah di polsek atau di Polres, itu yang akan kami cari tahu, termasuk melakukan koordinasi dengan Samsat yang mengeluarkan surat duplikat tersebut," katanya.

Sumber : http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/34479